Panas dan Bintik Merah tidak Selalu DBD

Dua minggu yang lalu, aku dan suamiku sempat benar-benar deg-degan. Masalahnya, anak kami satu-satunya (baru 1 sih), perempuan umur 1,5 tahun demam. Pertama agak demam waktu bangun tidur. Makin siang dan sore jadi demam tinggi. Lalu sekitar jam 4 sore aku kasih obat penurun panas.

Jam 10 malam, demamnya masih tinggi jadi aku kasih lagi penurun panas. Sekitar jam 4 pagi, demamnya malah tambah tinggi, dan terlihat menggigil. Anakku juga sedikit batuk dan pilek. Jam 11 pagi kita ketemu dokter anak yang biasa. Katanya sih radang tenggorokan, batuk dan pilek. Dikasih resep antibiotik amoxan drops dan obat ramuan untuk batuk pilek serta penurun panas.

Hari pertama setelah dari dokter, demamnya tetap meskipun tidak setinggi waktu sebelum ke dokter.  Bingung, suami tanya apa mau ke dokter lagi. Aku bilang tunggu saja sampai antiobiotiknya habis. Dan Anakkku belum pup tuh dari hari kemarinnya.

Hari kedua, demamnya tidak berubah, masih batuk dan pilek. Pup 1 kali, tapi di hidungnya ada bintik merah 1. Sorenya pipinya kiri dan kanan berwarna semu merah.

Hari ketiga pagi, pipinya mulai berubah jadi bintik-bintik merah. Demam masih, pup 4 kali dan mencret. Sorenya bintik-bintik bertambah ke leher dan punggung. Malamnya demamnya mulai turun.

Hari keempat, pagi – Tidak lagi demam, bintik-bintik merah menyebar ke perut, punggung bawah dan kaki sedikit. Panik… kalau liat siklus DBD kan hari keempat katanya panasnya turun. Kita putuskan untuk ke Dokter lagi.

Sebelum ke dokter, aku kasih minum madu dan jus jambu batu. Untung anakku mau minum.  

Malamnya kita ke dokter, dan langsung harus ke Lab periksa darah. Semua normal, tetapi trombosit nya di level normal bawah. Dokter menyarankan besok sore diperiksa lagi darahnya.. Tambah deg-degan. Udah kebayang bagaimana kalau ternyata DB. Malam itu, kita berdua searching di Internet siapa yang  jual sari kurma. karena katanya memang bagus untuk meningkatkan trombosit. Alhamdulillah dapat, dan langsung sms malam itu. Tapi sampai pagi belum juga ada balasan.

Paginya, ternyata yang jual sari kurma (Pak Angga) bisa mengantar pagi-pagi.  Jadi hari itu, anakku aku kasih jus jambu batu, Sari kurma 3x, minum pocari sweat dan terus diberi minum selain susu.

Hari kelima, semua badannya bintik-bintik merah. Tapi Demam sudah hilang sama sekali. Sore aku dan suamiku bawa si kecil untuk test darah. Bukan cuma test darah seperti kemarin, tapi juga di test apakah positif DB atau tidak… Alhamdulillah, hasilnya negatif. Bahkan Trombositnya pun naik.  

Jadi, entah apa sih sebenarnya penyakitnya. Tapi alhamdulillah bukan DBD.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s