Istrisayangsuami’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bolu Keju Tapai (kukus)

Lagi sedih sih karena kondisi kehamilan yang tidak sesuai harapan. tapi kayaknya seru aja untuk berbagi resep. . Gampang lho buatnya dan buat yang ga punya oven, ini bolu dikukus kok..

Ukuran loyang yang digunakan 20×20. persiapan sebelum menyiapkan bahan lebih baik loyang diolesi mentega atau minyak goreng bersih kemudian dialasi kertas roti. Panaskan dalam dandang. Jadi begitu adonan selesai, loyang sudah cukup panas – sehingga kue tidak bantat

Ada dua bahan yang harus disiapkan – bahan untuk kue dan bahan untuk topping

Bahan Kue dulu aja

telor 3 buah

tepung terigu 120 gram

Gula putih 100gram

pengembang kue: sponge 28 (kalau suka – ga pake jg ga pa2) 1 sdt

Mentega 80gr dicairkan

Air matang 50cc

Tapai singkong 80 gram dihaluskan

Cara Membuat

Kocok gula putih dan telor sampai mengembang kira-kira 8-10 menit (di menit ke -4 masukkan pengembang kue)

Masukkan mentega kocok speed rendah, masukkan air dan terigu kocok hingga rata. Masukkan tapai singkong yang sudah dihaluskan aduk hingga rata.

Adonan dimasukkan ke dalam loyang yang sudah dipanaskan.Kukus kira-kira 20menit (jangan terlalu lama, soalnya nanti kuenya jadi kempes lagi (ga ngembang kalau kelamaan)

Bahan Topping sekarang

Selagi mengukus siapkan : 40grm gula putih halus dan 50 gram mentega kocok hingga rata dan mengembang. Ini untuk olesan.

Kue yang sudah matang diangkat dan dibiarkan menjadi dingin. Kalau sudah dingin kue tapai diolesi olesan yang tadi dibuat (jangan dioleskan kalau kue masih panas, karena terbuat dari mentega nantinya krim olesan akan meleleh). Setelah dioleskan dengan rata, taburi dengan keju parut diatasnya..

Mudah kan… selamat mencoba…

Btw, aku udah sering dapat pesanan kue ini.. biasanya aku jual seharga Rp. 35.000 per loyang (kemurahan ga sih hahaha..)

April 10, 2010 Posted by | Resep Masakan | , , , | Leave a Comment

Hamil di tuba Kiri

Seneng campur deg-degan waktu lihat hasil test pack ternyata positif, plus bingung.. ini yang kapan ya bisa jadi? hehehe… soalnya aku dan suami melakukan KB alami. Baru punya rencana akhir tahun untuk melakukan usaha menuju kehamilan.

Setelah tahu bahwa aku positif hamil, mulailah mencari info lagi dokter yang dulu menangani waktu hamil pertama, karena tahu di rumah sakit yang lama beliau memang tidak praktek lagi. Akhirnya sudah diputuskan akan konsultasi pada hari Rabu minggu depan.

Ternyata manusia memang hanya bisa berencana. Hari Sabtu dan Minggu aku memang ngerasa kok perutku sakit ya, bahkan sempet sangat sakit di bagian kiri bawah. Tapi ga kepikiran apa-apa. Kemudian hari Senin jam 2, pada saat mau shalat dzuhur.. sebelum wudhu aku melihat kalau ternyata ada flek berwarna cukup gelap. Kaget campur was-was karena takut ada apa-apa dengan janin yang aku kandung. Apa aku terlalu memaksakan diri? Akhirnya aku putuskan untuk menghubungi rumahsakit Bunda Aliyah dan menanyakan apakah ada dokter SPOG perempuan yang hari itu praktek. Kebetulan ada, Dr Allesia (aku jg pernah konsul dengan beliau sebelumnya waktu datang bulanku tidak normal).

Pukul 6 sore, Dr. Allesia datang dan aku diperiksa melalui USG. Dokter menyatakan kalau rahim ku bersih alias kosong dan saat ini dalam masa subur. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam dan memang aku mengalami pendarahan. Untuk meyakinkan kehamilan lalu dilakukan test urine, yang hasilnya memang positif. Beliau menyatakan ada dua kemungkinan, hamil masih sangat dini sehingga belum terdeteksi atau hamil di luar kandungan, dan mengatakan untuk berdoa semoga kemungkinan pertama lah yang tengah aku alami.

Dokter Allesia merujuk aku ke dokter seniornya yaitu Dr. Sri Pudjiastuti untuk mendapat jawaban atas kondisiku. Jadilah aku tetap bertemu dengan dokter yang tadinya memang mau aku datangi di hari Rabu.

Hari Rabu konsultasi dengan Dr. Pudjiastuti, dilakukan usg transvaginal. Rasanya lama sekali Dr melakukan usg dan akhirnya menyatakan bahwa aku positif hamil di luar kandungan yaitu kehamilan di tuba kiri. Dokter menyebutkan bahwa aku masih memiliki kesempatan untuk hamil normal (bukan di luar kandungan) tetapi kemungkinan untuk terjadi lagi jg ada sekitar 15-17%. Penyebabnya adalah terjadi penyumbatan di tuba kiri sehingga telor yang telah dibuahi sperma yang seharusnya masuk ke dalam rahim tidak bisa lewat dan membesar di situ.

Dokter memberikan jawaban atas kondisiku kepada Dr. Allesia dengan memberikan saran untuk pengobatan dengan MTX dengan evaluasi 1 minggu kemudian melalui USG dan atau titer hsg. Dr. Sri memberi gambaran bahwa boleh salah satu atau keduanya untuk mengevaluasi keberhasilan, dan pengobatan ini harus dilakukan 2-3 kali. Dengan melihat ukuran janin sekitar 1,6cm diperkirakan dengan 2x suntik MTX dapat berhasil. Tingkat keberhasilan selama ini adalah 99%.

Akhirnya aku kembali ke Dr. Allesia, dan beliau memberikan suntikan MTX pertama kali. Rasanya lama sekali MTX itu disuntikkan. Aku hanya berserah diri dan berharap pengobatan ini berhasil sehingga tidak perlu dilakukan operasi. Sedih rasanya kehilangan harapan akan memberikan adik untuk anak kami tercinta.

Minggu depan aku insyallah bertemu lagi dengan Dr. Allesia untuk suntikan selanjutnya.

April 10, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | 6 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.